Senin, 14 November 2016
Pelatihan Metode ANP & DEA di Beberapa Kota [SMART Training Tour]
Jumat, 21 Oktober 2016
BPKP Workshop on ANP [20 Oktober 2016, Puslitbangwas BPKP Pusat]
Kamis, 29 September 2016
Senin, 19 September 2016
XY Plot Untuk Penentuan Variabel Input Output yang Tepat dalam DEA
Window X-Y plot tersedia di dalam frontier analisis. Bagian ini membantu peneliti untuk menentukan variabel yang harus dimasukkan dalam analisis. Jika satu atau lebih variabel memiliki hubungan korelasi positif dengan variabel lainnya, maka kita memungkinkan untuk mengeluarkan salah satu variabel dari analisis tersebut (hubungan korelasi positif mengindikasikan bahwa variabel tersebut merepresentatifkan gejala yang sama).
Pengeluaran suatu variabel akan mendapatkan keuntungan pengurangan jumlah variabel yang digunakan, memastikan diskriminisasi yang lebih baik diantara unit yang akan dianalisis. Ada “rule of thumb” dalam DEA dimana (jumlah output * jumlah input) = jumlah unit efisien secara potensial.
Korelasi antara dua variabel ini ditunjukkan di sisi pojok kanan atas window X-Y plot. Jika dua variabel berkorelasi tinggi, hal ini merepresentasikan basic data yang sama. Jika peneliti dapat menghilangkan satu variabel, hal itu akan meningkatkan diskriminasi dalam analisis.
Untuk contoh proyek di atas, dua variabel perpustakaan dan penelitian, jelas memiliki korelasi yang tinggi dan sebagaimana hasilnya, satu dari variabel ini harus dihilangkan dari analisis. Ini bisa dicapai dengan membuat satu variabel tidak aktif secara temporer dan kemudian mengolah kembali analisis tersebut untuk menaksir pengaruh tindakan ini tanpa skor efisien.
Korelasi yang mendekati 0, menandakan bahwa terjadi peningkatan nilai dari salah satu variabel yang tidak mempengaruhi variabel lainnya. Korelasi negatif juga terjadi antara dua variabel dan ini mengindikasikan nilai yang tinggi dari salah satu faktor yang dihubungkan dengan nilai yang rendah dari faktor lainnya.
Kotak ceklis ke arah kanan variabel sumbu Y yang ditunjukkan memungkinkan peneliti untuk menandakan point pada plot X-Y untuk menentukan posisi unit. Bagaimanapun, dengan tanda (label) memungkinkan Anda menemukan tampilan menjadi padat dengan nama-nama unit.
Kesimpulannya, XY Plot Window ini sangat bemanfaat untuk melihat variabel input dan output mana yang tepat dan menjadi variabel yang akan diolah dalam metode Data Envelopment Analysis. Hal ini menjadi penting karena konsep efisiensi dalam DEA adalah efisiensi relatif. Setiap perubahan penentuan input output akan memiliki nilai/skor berbeda dalam hasil efisiensinya.
Sabtu, 17 September 2016
Efficiency Plot Window untuk Melihat Sebaran Unit Efisiensi DMU
Dalam pendekatan Data Envelopment Analysis, hasil utama yang dianalisis adalah angka atau skor efisiensi masing-masing DMU. Selain itu, didapat pula potensi pengembangan input output atau dikenal dengan istilah potential improvement. Selain kedua hal penting di atas, ada pula analisis tambahan yakni Effiiciency Plot Window.
Efficiency Plot menunjukkan sebaran plot unit efisiensi pada variabel input dan output. Plot ini juga bisa berguna dalam mengidentifikasi unit dengan karakteristik tertentu baik yang tidak efisien ataupun yang efisien. Ini dilakukan dengan memplot satu variabel terpilih untuk menaksir korelasi dengan skor efisiensi.
Sebagai contoh, data yang digunakan adalah bank umum syariah di Indonesia dengan data 2 tahun terakhir, 2014-2015. Sebagai variabel input adalah Dana Pihak Ketiga (X1), Biaya Personalia (X2) dan Biaya administrasi-umum. Sementara itu untuk variabel output yaitu Total Pembiayaan (Y1) dan Pendapatan Operasional (X2). Penggunaan DPK dan pembiayaan dalam input-output karena penelitian ini menggunakan pendekatan intermediasi.
Beberapa BUS yang tergolong dalam bank syariah dengan efisiensi tinggi adalah: Maybank syariah, Panin syariah dan BCA Syariah. Sementara itu, bank umum syariah yang memiliki nilai efisiensi menengah adalah: BSB, BTPN Syariah, BNI Syariah dan BJB. Dari hasil ini nampak bahwa skala/ukuran ekonomi bank berpengaruh terhadap tingkat efisiensi yang dicapai.
Korelasi antara skor efisiensi dalam contoh penelitian di atas adalah 0.39. Hal ini mengindikasikan bahwa hanya ada sedikit hubungan antara pendapatan operasional yang diperoleh bank syariah yang menjadi objek dengan skor unit efisiensi. Kemudian, lihat detail plot X-Y. Korelasi yang tinggi antara variabel dan efisiensi mengindikasikan bahwa variabel tersebut merupakan sebuah kunci efisiensi, dan hal itu penting.
Selain mampu memplotting tingkat efisiensi, DEA juga dapat memplot antarvariabel input output X-Y, dan juga membuat frontier plot.
Langganan:
Postingan (Atom)




