.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Rabu, 19 Oktober 2011

Jurnal & Prosiding Ekonomi Syariah


    Ketersediaan Literatur Ekonomi Syariah dalam bentuk Jurnal yang berkualitas, masih terhitung langka. Untuk membantu siapa pun yang membutuhkannya, kami Blog Ekonomi Islam Substantif menyediakan Jurnal dan Prosiding Ekonomi Syariah dengan konten tulisan berkualitas dengan tema up to date. Berikut ini adalah beberapa Jurnal tersebut.

  1.   ISEFID REVIEW - 2004 (1.Landscape for the Future Islamic Economics, 2.Paradigma Ekonomi Konvensional dalam Sosialisasi Ekonomi Islam, 3.Prospek dan Peranan Perbankan Syariah dalam Pemulihan Ekonomi, 4.Current Valuation Accounting Method: An Islamic Perspective, 5.The Investment Environment in the Arab Region, 6.Book Review: Interest-Free Commercial Banking)
2.   ISLAMIC FINANCE: AN OLD SKELETON IN A MODERN DRESS - 2008 (1.A Critical Appraisal on the Challenges of Realizing Maqasid Shariah in Islamic Banking and Finance, 2.Practice and Prospect of Islamic Real Estate Investment Trusts (I-REITS) in Malaysian Islamic Capital Market, 3.Banking for The Poor: The Role of Islamic Banking in Microfinance Initiatives, 4.Why Do Malaysian Customers Patronise Islamic Banks?, 5.The Ideal of Islamic Banking: A Survey of Stakeholders Perceptions, 6.Understanding the Objectives of Islamic Banking: A Survey of Stakeholders Perspectives, 7.Maqasid Shariah, Maslahah and Corporate Social Responsibility, 8.Customers Perceptions of Islamic Hire-Purchase Facility in Malaysia: An Empirical Analysis, 9.Fiqh Issues in Short Selling as Implemented in the Islamic Capital Market in Malaysia, 10.Commodity Murabahah Programme (CMP): An Innovative Approach to Liquidity Management)

Minggu, 09 Oktober 2011

JURNAL LA RIBA

JURNAL LA RIBA, Vol II No. 2, Desember 2008

Title: Mencandera Industri Perbankan Syariah Indonesia: Tinjauan Kritis Pasca UU 21 Tahun 2008.

Writer: Aam S. Rusydiana

Abstract
After UU 21 exist, shariah banking industries will predicted find the momentum. Shariah bank will make improvement. The content of rules are possible to push the growth of shariah banking in Indonesia. But in the fact, there are some important thing related to instrument and shariah banking product also that less ideal in this banking industries. In this paper, we try to find and predict deeper about condition of shariah banking in Indonesia after UU 21, we also put lot of critical that will be send them. The result show that after the rules had exist, in short term we can not see the positive effect, significantly. In other case, we find a lot of thing that not come from genuine shariah banking, that in the future will have negative impact in the long term, such as: SBI Shariah instrument, shariah credit card, the domination of non PLS and other thing else.
Keywords: Perbankan Syariah, UU 21 Tahun 2008


Selasa, 20 September 2011

EKONOMI PEMBANGUNAN PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM

  
Abstraksi

Ekonomi pembangunan adalah cabang ilmu ekonomi yang sejatinya hadir ditujukan khusus untuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh negara-negara miskin (baca: negara berkembang). Tujuan utamanya adalah bagaimana kemiskinan, pengangguran, kesenjangan ekonomi dan sosial antarindividu bisa teratasi sehingga kesejahteraan umat manusia dapat terwujudkan.
Tulisan ini hendak melihat konsep dan teori ekonomi pembangunan berdasarkan sudut pandang ekonomi Islam dengan pendekatan kualitatif. Beberapa kesimpulan penting yang didapat dalam tulisan ini adalah bahwa ekonomi pembangunan perspektif Islam memiliki karakteristik: growth with equity, bersifat komprehensif mengandung unsur spiritual, moral, dan material, serta aktivitasnya cenderung multidimensional sehingga semua usaha harus diserahkan pada keseimbangan berbagai faktor dan tidak menimbulkan ketimpangan.
Selain itu,  pembangunan ekonomi menurut Islam harus memprioritaskan beberapa tujuan penting: pertumbuhan diiringi dengan tenaga kerja penuh, stabilitas ekonomi, keadilan distributif dan kepedulian terhadap alam.

Keywords: Economic Development, Islamic Economics, Growth


Rabu, 03 Agustus 2011

Ramadhan, Momentum Kebangkitan Ekonomi Islam

Selama ini kerap timbul kesan bagi sebagian umat Islam bahwa bulan Ramadhan adalah bulan istirahat dan bulan berleha-leha menunggu kumandang adzan maghrib. Pemahaman seperti ini timbul dari salah baca terhadap makna Ramadhan yang sebenarnya. Secara etimologi, Ramadhan berasal dari akar kata "ramadl" yang berarti "membakar”. Artinya, Ramadhan adalah momentum umat Islam untuk membakar dosa lebih intensif dibandingkan bulan lain, sehingga usaha dan semangat beribadah pun mesti lebih masif dilakukan. Konon, para sahabat mempersiapkan penyambutan Ramadhan selama enam bulan. Enam bulan setelahnya, mereka khusyuk meminta kepada Allah swt. agar ibadah shaum-nya diterima.


Dalam lembaran sejarah generasi terdahulu, jihad sebagai jalan meraih kejayaan Islam kerap digelorakan justru pada bulan Ramadhan. Penaklukan, kemenangan dan kejayaan Islam seringkali dijumput dan diraih pada bulan ini.


share
free web site traffic and promotion