.: SELAMAT DATANG DI BLOG EKONOMI ISLAM SUBSTANTIF -- Blog dengan konten riset ekonomi dan keuangan syariah terdepan. :.

Jumat, 30 Desember 2011

Kerjasama Training ANP

PENDAHULUAN

Tantangan terbesar dalam membuat suatu penelitian adalah menentukan metodologi yang tepat untuk digunakan dalam penelitian. Seringkali para mahasiswa yang akan melakukan penelitian, terutama mereka yang berasal dari bidang ilmu bukan statistik, merasa memiliki kesulitan untuk memahami statistik/ekonometrik dalam waktu singkat, mengingat bidang ilmu statistik/ekonometrik bukanlah bidang ilmu yang mereka tekuni. Hal ini tidak jarang berdampak pada terjadinya ketidaksinkronisasi antara tujuan penelitian dan metodologi penelitian itu sendiri. Ibarat memotong kue dengan menggunakan kapak, untuk mendapatkan hasil penelitian menggunakan alat analisis yang tidak sesuai dengan tujuan penelitian.

Pada umumnya, mahasiswa yang bukan mengambil konsentrasi statistik maupun ekonometrik akan mengambil langkah aman penelitian yakni dengan menggunakan studi kualitatif deskriptif. Model penelitian ini mengedepankan analisis melalui tinjauan pustaka dan studi literatur. Padahal ada pendekatan lain dimana metode kualitatif deskriptif dapat dihitung secara kuantitatif sehingga hasil yang digambarkan akan lebih akurat.   

ANP (Analytic Network Process) merupakan salah satu metode pengambilan keputusan yang sangat powerfull untuk diterapkan baik dalam ilmu manajamen, ekonomi, pendidikan, teknologi informasi, dan bidang-bidang ilmu lainnya. Metodologi yang dikembangkan oleh Saaty ini memilih pendekatan kualitatif dan kuantitatif serta menggunakan perhitungan supermatriks sehingga hasil penelitian akan lebih akurat daripada metodologi sejenis lainnya. ANP adalah salah satu metodologi yang paling umum dan mudah diaplikasikan untuk studi kualitatif yang beragam, seperti pengambilan keputusan, forecasting, alokasi sumber daya, dan lain sebagainya. Penggunaan metode ini telah terbukti manfaatnya baik bagi banyak perusahaan terutama instansi-instansi perbankan termasuk Bank Indonesia (BI).

Oleh sebab itulah SMART CONSULTING menawarkan pelatihan selama sehari terkait dengan tema metodologi ANP untuk memenuhi kebutuhan para mahasiswa sarjana dan pasca sarjana yang hendak menyusun penelitian ilmiah dengan menggunakan metodologi ANP.

Selasa, 13 Desember 2011

ANALYTIC NETWORK PROCESS: METODOLOGI POWERFULL UNTUK PROBLEM MANAJEMEN


Analytic Network Process atau ANP adalah teori umum pengukuran relatif yang digunakan untuk menurunkan rasio prioritas komposit dari skala rasio individu yang mencerminkan pengukuran relatif dari pengaruh elemen-elemen yang saling berinteraksi berkenaan dengan kriteria kontrol (Saaty, 2003). ANP merupakan teori matematika yang memungkinkan seseorang untuk memperlakukan dependence dan feedback secara sistematis yang dapat menangkap dan mengkombinasi faktorfaktor tangible dan intangible (Azis, 2003).
ANP merupakan pendekatan baru dalam proses pengambilan keputusan yang memberikan kerangka kerja umum dalam memperlakukan keputusan-keputusan tanpa membuat asumsi-asumsi tentang independensi elemen-elemen pada level yang lebih tinggi dari elemenelemen pada level yang lebih rendah dan tentang independensi elemen-elemen dalam suatu level. Malahan ANP menggunakan jaringan tanpa harus menetapkan level seperti pada hierarki yang digunakan dalam Analytic Hierarchy Process (AHP), yang merupakan titik awal ANP. Konsep utama dalam ANP adalah influence ‘pengaruh’, sementara konsep utama dalam AHP adalah preferrence ‘preferensi’. AHP dengan asumsi-asumsi dependensinya tentang cluster dan elemen merupakan kasus khusus dari ANP.

Selasa, 22 November 2011

GULF RESEARCH MEETING ON ISLAMIC FINANCE University of Cambridge, July 2012

Introduction

Islamic Banking and Finance (IBF) has enjoyed unprecedented growth in recent years in the world, while the GCC remains a main hub of IBF activities. This is mainly due to the large wealth and capital accumulated in the region, which has provided the required liquidity for the IBF industry to enjoy double-digit growth in recent years, at least until the impact of the global financial crisis hit the region. Indeed, during the financial crisis, a slowdown in the asset growth and operations in the IBF industry has been observed as compared to previous period, including sukuk defaults. However, after the initial impact of the global financial crisis, the IBF industry in the GCC has managed to pick up again in recent months without major damage. As part of such positive developments, the sukuk market has overcome the contraction and is now enjoying another phase of expansion.


Minggu, 20 November 2011

MENGAPA BANK SYARIAH RELATIF LEBIH TAHAN KRISIS?: Aplikasi Logistic Regression untuk Sistem Deteksi Dini Krisis Finansial di Indonesia


Abstraksi

The financial crisis repeatedly struck various countries in the world by turns both developing and developed countries. In fact, during the period of a modern economy such as now, its intensity becomes more frequent and acute. Therefore, early detection system crisis became an important presence in order to avoid the negative impact of the crisis more severe.
This study tried to examine indicators of anything that can be used as reference in predicting how likely will the crisis in a country like Indonesia are dual banking by using binary logistic regression method.
The results suggest an important conclusion is interesting. First, Islamic banks tend to have problems with liquidity (with evidence of significant FAR) while the conventional banks tend to have problems with solvency (CAR significant). From this it can be concluded that the new Islamic bank will be a crisis if the real sector disturbed. While conventional banks will continue to flare up if there is disruption of the financial crisis. Second, a significant M2RES related variables, both Islamic and conventional models, then this could be a result of the enactment of fiat money and fractional reserve banking system (FRBS). Though both of these is a contributor to excess money supply is large enough. So it becomes a natural thing to understand if the two models-both Islamic and conventional, have similar conditions. As a consequence, the Islamic banking entity actually not really going to be free from the adverse effects of financial crisis.
The third conclusion is no less important is to depart from the fact that the interest rate (INTR) found significant value in the conventional model, but not if he was on the model of sharia, then it can be concluded that the policy rate as BI-rate is indeed very effective instrument to control and influence Other monetary following behaviors are also conventional banks. But on the other hand, it also indicates that the conventional banking system is quite vulnerable to the volatility of monetary and financial crisis. Thus, a rational reason for the monetary authority in this Bank Indonesia to give more support to the sustainability of Islamic banking and finance in Indonesia with the aim of achieving a stable monetary conditions and optimal.

Kata Kunci: Early Warning System, Krisis Perbankan, Sistem Moneter Ganda, Regresi Logistik

share
free web site traffic and promotion